WARTA & ARTIKEL DAKWAH

Kumpulan Tulisan, Berita Kegiatan & Catatan Ilmu

Menghimpun risalah hikmah, pengumuman jadwal istighosah, dan dokumentasi khidmah majlis Al-Ashkhabiyyah.

16 Oct 2025 • Admin

Pesan ghoib “tahun peti”

Pada tanggal 16 Oktober 2025, guru saya KH. Masda Andi menuliskan sebuah pesan di grup WhatsApp. Pesan ini saya catat dan saya tulis kembali di blog ini sebagaimana adanya, sebagai pengingat diri pribadi dan siapa saja yang membacanya. Saya tidak menafsirkan, tidak menambah, dan tidak mengurangi isi pesan tersebut, karena ini adalah wejangan yang disampaikan apa adanya. Berikut isi pesan beliau: “Tahun iki tahun peti… Bakal akeh wong mati kerono ilmu hitam….. Tali pocong diudari… Tahun iki akeh wong dilebokne peti… Tahun rogo peti….. Niki pesene Mbahe, ayo podo sing ngati2 tur siap2….” Penutupan Tulisan ini saya simpan sebagai pengingat dan perenungan, bukan untuk menakut-nakuti, apalagi menghakimi. Setiap pesan dari guru dan para sepuh memiliki ruang hikmah yang hanya bisa dipahami oleh masing-masing hati. Semoga siapa pun yang membaca dapat mengambil sikap lebih waspada, lebih eling, dan lebih siap lahir batin, serta tetap berlindung kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. Wallāhu a‘lam.

13 Oct 2025 • Admin

Pak Khurofat dan Asbabul Wurude

Kadang hidup penuh dengan hal-hal yang terdengar absurd, tapi justru di situlah kita bisa belajar makna yang lebih dalam. Baru-baru ini, aku dikejutkan dengan istilah “khurofat” yang tiba-tiba viral di media sosial. Awalnya kupikir ini cuma kata-kata lucu atau iseng, tapi ternyata ada cerita menarik di baliknya. Isi: Tak duduhi yo, percoyo kene gak yo gak duso… 🤣🤭 Ternyata kata-kata “khurofat” sing saiki viral… titik-titik ngomong cerito khurofat… khurofat kuwi… Eeeehhh… jebule khurofat iku jenenge wong, dadi yo Pak Khurofat… loh, iki temen loh, gak guyon… ilmu iki… ono asbabul wurude… Nah, aku njaluk tulung Abah Ust. Adi, monggo dikupas aken asbabul wurude Pak Khurofat niku… 🙏 RINDU TIDAK DICIPTAKAN OLEH JARAK TETAPI OLEH PERASAAN. KITA MERINDUKANNYA BUKAN KARENA IA JAUH, NAMUN KARENA IA TELAH ADA DI HATI KITA. Betulkan, Cak Agus… 🤣 Penutup: Kadang hal-hal yang terlihat lucu atau kebetulan, seperti Pak Khurofat ini, justru mengingatkan kita pada hal yang lebih dalam: rasa, hati, dan makna. Jadi jangan remehkan setiap cerita, karena di balik tawa bisa tersimpan hikmah yang bikin kita tersadar.

12 Oct 2025 • Admin

Membuka Pintu Ridlo: Pelajaran dari Alam Gaib Guruku

Selama ini, banyak orang mencari pahala dengan mudah, namun sedikit yang memahami bahwa mendapatkan ridlo Allah adalah hal yang jauh lebih sulit. Ternyata, sebagaimana yang disampaikan oleh guruku dari alam gaib, untuk memperoleh ridlo Allah, syaratnya satu saja: seorang hamba harus ridlo lahir batin terhadap qodho dan qodare Allah. Manusia sejatinya tidak memiliki hak untuk mengatur qodho dan qodare Allah. Oleh karena itu, kita harus menerima semua takdir-Nya, termasuk yang menyakitkan atau memberatkan. Ketika kita mampu menerima takdir-Nya dengan ikhlas, maka Allah pasti akan ridlo kepada kita. Satu hal penting yang harus disadari adalah: keridloaan seorang hamba kepada Allah dalam segala hal akan membuat Allah ridlo kepada hamba-Nya. Seperti kata guruku, “RODLITU BILLAHI ROBBA.” Mari kita belajar dan mempraktekkan titik-titik ridlo ini dalam kehidupan sehari-hari, agar ilmu ridlo ini bisa benar-benar menjadi amal yang membimbing kita lebih dekat kepada Allah. Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan-Nya untuk mengamalkan ilmu ridlo ini. Aamiin.

12 Oct 2025 • Admin

Menapak Jalan Kehidupan dengan Hikmah Guru (khoriqul ada)

Dalam hidup, seringkali kita terjebak pada rutinitas dan kesibukan duniawi, hingga lupa untuk menengok ke dalam diri dan mengenal Sang Pencipta. Guru-guru bijak selalu menuntun kita pada prinsip-prinsip sederhana namun mendalam, yang bila diamalkan, mampu mengubah perspektif dan kualitas hidup kita. Berikut beberapa pesan guruku yang ingin kubagikan: “Belajarlah berbuat khoriqul ‘adah.” Artinya, jadilah pribadi yang mampu melampaui kebiasaan biasa, yang tidak hanya mengikuti arus, tetapi berani menciptakan perubahan positif dalam hidup dan lingkungannya. “Kenalkan dirimu kepada Alloh pada saat engkau dalam keadaan lapang/bahagia, maka Alloh akan mengenalimu saat engkau dalam kesulitan/kesusahan.” Pesan ini mengingatkan kita bahwa hubungan dengan Allah tidak hanya dibangun ketika kita membutuhkan pertolongan, tetapi juga ketika hati kita penuh syukur dan kebahagiaan. Dengan begitu, saat ujian datang, Allah sudah mengenal kita dan lebih mudah menolong. “Barang siapa yang sibuk mengingat KU (berdzikir) sehingga menyebabkan dia lupa untuk meminta kepada KU, maka AKU akan memberikan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang AKU berikan kepada orang-orang yang meminta kepada KU.” Ini adalah pelajaran tentang dzikir dan tawakal. Kadang kita terlalu fokus pada permintaan dan harapan, hingga lupa menyebut dan mengingat Allah. Padahal, Allah lebih menyukai hamba yang hadir dalam ingatan-Nya, dan dari situ datang karunia yang lebih indah daripada apa yang kita pinta sendiri. Hikmah-hikmah ini mengajarkan kita bahwa kedekatan dengan Allah adalah kunci, bukan sekadar permintaan atau pencapaian duniawi. Belajar mengenal Allah dalam suka dan duka, berani melampaui kebiasaan, dan selalu hadir dalam dzikir adalah jalan menuju kehidupan yang lebih damai dan penuh berkah. Semoga pesan guruku ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menata hidup dengan lebih bijak, dan menemukan ketenangan sejati dalam setiap langkah.

10 Oct 2025 • Admin

Jangan Menghina Ulama, Jaga Hati dan Lisan Kita

Terkadang hati terasa berat dan air mata pun menetes ketika melihat sosok panutan kita, Kyai kita, dihina atau direndahkan dengan kata-kata yang tidak beradab di media sosial. Beliau adalah Al Alim Al ’Alamah Romo KHR. Abdus Salam Mujib, Pengasuh Pondok Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Sebagai pengingat dan himbauan bagi seluruh jamaah Al Ashkhabiyyah: “JANGAN IKUT-IKUTAN MBATIN, APALAGI BERKOMENTAR MENGHINA, MERENDAHKAN, ATAU MENCACI ULAMA/KYAI.” Ketahuilah, menurut Sunatulloh, orang yang merendahkan atau menghina Ulama/Kyai akan mendapatkan balasan dari Allah. Daging para Ulama itu beracun bagi orang yang menghina mereka. Barang siapa yang melontarkan celaan kepada Ulama, Allah akan mengujinya dengan kematian hati, kehinaan, dan kerendahan, sebagaimana ia merendahkan sosok Ulama/Kyai. Na’udzubillahi min dzalik. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan tercela ini dan senantiasa menempatkan Ulama di posisi yang layak, sebagai panutan dan pewaris ilmu Allah.

08 Oct 2025 • Admin

Semua Pada ketetapannya, bukan berjalan lambat, tapi kurangnya sabar

8 Oktober 2025 Oleh KH Masda Andi Tidaklah Allah mempercepat atau memperlambat sesuatu, tetapi Allah pasti memberikan segala sesuatu di waktu yang tepat. Salah satu kerusakan besar di akhir zaman seperti sekarang ini adalah keberadaan orang-orang yang berilmu tapi enggan mengamalkan ilmunya. Ilmu yang dimiliki menjadi sia-sia jika tidak diamalkan. Namun, yang lebih parah adalah keberadaan orang-orang awam yang mengibadah tanpa dasar ilmu, dan malah mengajak tukar menukar atau menyebarkan kesalahan. Kedua golongan ini merupakan fitnah besar bagi para pengikutnya di alam semesta. Semoga kita, sebagai santri yang senantiasa menuntut ilmu, selalu istiqomah dalam mengamalkan ilmu, dan tidak termasuk dalam dua golongan tersebut. Aamiin. 🤲🏻

07 Oct 2025 • Admin

Cinta Mahabbah Kepada Orang Sholih

Jika di hati kita ada cinta mahabbah kepada orang sholih, maka kita termasuk golongan orang yang baik. Dan jika kita berada di hati orang sholih, maka itu menandakan ada sirr (rahasia ilahi) yang hadir dalam diri kita. Yang penting, semoga kita diberikan kesempatan untuk bisa dekat dengan orang-orang sholih, para Kyai, dan Habaib. Dawuhe guruku dulu: “Sampeyan dadi santri iku kudu duwe kepinginan di kenal Kiyai-ne (makna positif, loh). Sering ketemu, sering di kongkon. Ora mung ngaji thok… Umpomo ora ditakdir cedak dhohire, yo cedak bathine kanthi ndongakno, lah kok malah dipek…” 🫢🤣🤣 (ini temen loh). Pesan guruku ini mengingatkan kita bahwa sebagai santri atau orang yang menuntut ilmu, kedekatan dengan para guru dan orang sholih bukan hanya soal fisik atau formalitas belajar, tapi juga soal hadirnya hati, pengaruh spiritual, dan ketulusan dalam mengikuti jejak mereka. Pandangan pribadiku: Kedekatan dengan orang sholih mengajarkan kita bagaimana memurnikan hati dan niat, sehingga ilmu dan cinta pada kebaikan bisa benar-benar menyentuh diri kita, bukan sekadar formalitas atau rutinitas.

05 Oct 2025 • Admin

Hidup Itu Tiga Hari: Pesan untuk Memanfaatkan Hari Ini

JIKA PAGI TIBA JANGA MENUNGGU SORE…. DAN JIKA SORE TIBA, JANGANLAH MENUNGGU HINGHA WAKTU PAGI. Wahai anak adam… Hidup itu tiga hari. Hari kemarin yang telah berlalu Hari esok yang belum datang Hari ini dimana kita harus memutuskan dan mengerjakannya Maka kerahkan segala kemampuan untuk hari ini berbuat baik. Semoga Alloh memberi kekuatan kepada kita semua untuk bisa selalu berbuat baik dan memberi manfaat baik kepada orang lain. Aamiin. Ditulis oleh Guruku KH Masda Andi, 5 Oktober 2025

03 Oct 2025 • Admin

Elingno Menungso, Angel? Elingno Pengeran, Luwih Loro Kuabeh…

Kadang kita merasa eling, mengingat diri, itu gampang-gampang susah. KH Masda Andi mengingatkan jamaahnya tentang hal ini dengan tegas tapi penuh hikmah. Beliau menegur, karena beberapa jamaah terpengaruh oleh kata-kata yang muncul dari guru pembina, KH ali ashkhab, yang menulis status: “Sengsoromu kui sebab tingkahmu dewe.” Pesan ini, sederhana tapi tajam. Banyak dari kita cenderung menyalahkan keadaan atau orang lain atas kesulitan yang kita alami. Padahal, seperti yang diingatkan KH Masda, eling sejati bukan hanya pada manusia, tapi lebih utama pada Pangeran—Allah SWT. Menyadari kekuatan dan pengawasan-Nya sering kali terasa menakutkan, karena ketika Pangeran turun tangan, “tambah loro kuabeh” rasanya, hati menjadi tersentuh, dan kita diingatkan akan kelemahan diri sendiri. KH Masda menekankan bahwa pesan ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk membuka pintu kesadaran. Kita diminta untuk menyerahkan diri, mengakui kesalahan, dan menata hati supaya bisa hidup dengan manah sing urip—hati yang benar-benar hidup, penuh kesadaran dan keikhlasan. Doa KH Masda menjadi penutup yang indah bagi teguran ini: “Ya Allah, mugi Njenengan paringi manah kulo sedoyo manah sing urip. Aamiin.” Semoga setiap hati yang membaca ini tersentuh, sadar akan diri, dan semakin dekat kepada Pangeran. Pesan moralnya jelas: eling marang Pangeran iku luwih penting ketimbang eling marang menungso. Kadhang eling marang menungso angel, nanging eling marang Pangeran, sanajan tambah loro kuabeh, iku sing sejati.

Menampilkan halaman 14 dari 17 (Total 152 data)