Kongkow bareng “gus ali ashkhab” guru besar jamiyah al-ashkhabiyyah
24 agustus 2025 kyai ali ashkhab berkunjung ke majlis al-ashkhabiyyah dempok
WARTA & ARTIKEL DAKWAH
Menghimpun risalah hikmah, pengumuman jadwal istighosah, dan dokumentasi khidmah majlis Al-Ashkhabiyyah.
24 agustus 2025 kyai ali ashkhab berkunjung ke majlis al-ashkhabiyyah dempok
Pada tanggal 22 Agustus 2025, Guru pengasuh Jamiyah Al-ashkhabiyyah menulis di grup tentang haqqul adam. Berikut kutipannya: “Kene dititeni yo…..haqul adam kuwi uabooooot….nggawe salah nang menungso kuwi luwih angel njaluk pengampunane daripada nggawe salah garo Pengeran….maka nang kesempatan iki “ aku njaluk di ikhlasno/disepuro segala kesalahane/kehilafan ucapan atau prilakune kulo selama niki, umpami kulo pernah nduwe utang bondo atau utang janji, monggo di tagih……semoga dosa/khilaf ucapan/perbuatan kita sesama jamaah bener2 saling sepuro, selain hutang piutang. ….. 🙏 SEBAB……. Cara cara kita membayar hutang akan menjadi cerminan piye bakale rezekine awak dewe sing akan datang. Mempersulit membayar hutang pasti akan menyempitkan seluruh pintu2 rezekine awak sewe dimasa yg akan datang, tur yi ngrusak harga diri kita. DEMI ALLOH JANGAN PERNAH MENYEPELEKAN HUTANG WALAU SAK RUPIAH…..” Dari tulisan beliau, kita bisa mengambil beberapa pelajaran penting: Haqqul Adam atau hak manusia adalah hal yang sangat berat. Membuat salah kepada sesama manusia lebih sulit dihapus daripada salah kepada Tuhan jika tidak dibarengi dengan permintaan maaf dan pengikhlasan. Kesempatan meminta maaf dan menyelesaikan hutang atau janji sangat penting. Tidak hanya menghapus dosa atau khilaf, tetapi juga menjaga hubungan baik antar sesama jamaah. Cara kita menyelesaikan hutang dan kewajiban mencerminkan masa depan rezeki dan harga diri kita. Mempermudah pembayaran hutang akan membuka pintu rezeki, sementara mempersulit akan menyempitkannya. Hutang sekecil apa pun harus diperhatikan. Mengabaikannya, walau hanya satu rupiah, bisa berdampak besar bagi kehidupan dan kehormatan kita. Kutipan ini menjadi pengingat bahwa menjaga amanah, baik berupa ucapan, perbuatan, maupun harta, adalah bagian dari jalan hidup yang diberkahi. Semoga kita semua bisa sepuro dan ikhlas dalam menyelesaikan hak sesama manusia, agar hati dan rezeki kita juga terbuka.
20 Agustus 2025 Entah benar atau tidak, dalam benakku terlintas prasangka baik: sepertinya guruku habis sowan ke KH Khusein Ilyas Mojokerto. Setelah itu, beliau menulis sebuah pesan di grup. Tulisan yang sederhana, menggunakan bahasa Jawa sehari-hari, namun menghantam batin dengan sangat dalam. Pesan itu seperti oleh-oleh silaturahim, khususnya pada Malam Rebo Wekasan—malam yang oleh banyak orang dipahami sebagai waktu muhasabah, perlindungan, dan mendekatkan diri kepada Allah. Berikut kutipan tanpa ada perubahan satu huruf pun dari dawuh beliau: “Oleh2e silaturohim Malam Rebo Wekasan…. “Ojo sepisan pisan ngucap : ora ono faedah atau manfaate aku teko nang majlis ilmu, sementara aku ejih seneng bermaksiat tur aku yo durung iso ninggalno maksiat, wong sing berburu iku kudu tetep nglemparno alat buruane, najan dino iki durung iso oleh buruan, mungkin meneh isuk tembe oleh buruan” Mbah Yai Kusen dawuh “ naliko guru akherat wis gelo karo murid, milyatan auliya pun ra bakal iso ngentaske murid iku”……😭 GUSTI…..ajeng Panjenengan paringi dalan pripun mawon kulo manut GUSTI…. kulo yakin dalan Panjenengan mboten klentu….” Renungan Pribadi Kalimat “ojo sepisan pisan ngucap ora ono faedah” terasa seperti tamparan lembut namun telak. Betapa sering manusia—termasuk aku—merasa putus asa karena belum mampu meninggalkan maksiat, lalu menilai hadir di majelis ilmu sebagai sesuatu yang sia-sia. Padahal dawuh itu mengingatkan: orang yang berburu tidak boleh berhenti melempar alat burunya, meski hari ini belum dapat hasil. Bisa jadi esok hari, Allah memberi buruan. Yang lebih membuat gemetar adalah dawuh Mbah Yai Kusen: naliko guru akherat wis gelo karo murid, milyatan auliya pun ra bakal iso ngentaske murid iku Ini bukan ancaman, tapi peringatan penuh kasih. Bahwa hubungan murid dan guru akhirat bukan perkara formal, melainkan ikatan batin, adab, dan kejujuran dalam berjalan. Dan penutup doa guruku—yang juga menjadi doa setiap murid yang sadar diri—adalah kepasrahan total: “GUSTI….. ajeng Panjenengan paringi dalan pripun mawon kulo manut GUSTI… kulo yakin dalan Panjenengan mboten klentu…” Tidak meminta jalan yang mudah. Tidak meminta cepat sampai. Hanya meminta jalan dari Allah, dan kesiapan untuk manut. Penutup Tulisan singkat di grup itu mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun bagi yang sedang berjalan tertatih di jalan ilmu dan tobat, ia menjadi penopang agar tidak berhenti, agar tidak putus asa, agar tetap “melempar alat buruan”. Semoga Allah menjaga para guru, menjaga adab murid, dan menjaga kita semua agar tidak berhenti melangkah—meski hari ini belum mendapatkan apa-apa. Aamiin.
Pada tanggal 19 Agustus 2025, guru pengasuh Jamiyah ashkhabiyyah menulis sebuah pengumuman di grup mengenai amaliyah Rabu Wekasan yang bisa diamalkan oleh para pengikutnya. Berikut bunyi pengumuman tersebut: “Bagi yang ikhlas silahkan ngamal wirid Baca surat Yasin, pas lafadz ’Salamun qoulan min Robbi Rohim dibaca 313 ’ Setelah selesai baca Surat Yasin, baca Sholawat munjiyat dan ditutup Doa minta selamat ndunyo akherat.” Amaliyah ini menekankan keikhlasan, serta pengulangan lafadz tertentu dari Surat Yasin sebanyak 313 kali. Setelah membaca Yasin, dianjurkan membaca Sholawat Munjiyat dan menutup dengan doa agar selamat dunia dan akhirat. Pertanyaan dari Abah Dawam Tidak lama setelah pengumuman, Abah Dawam membalas dengan pertanyaan yang menunjukkan ketertarikannya, namun juga sedikit kebingungan terkait waktu pelaksanaan: “Upami di lampai Dalu angsal nopo Gus amargi niki tasek ten R S nunggu Tegar Isya’Alloh mbejeng di oprasi Gus” Pesan ini menunjukkan keinginan untuk mengetahui manfaat atau waktu terbaik untuk mengamalkan wirid tersebut. Arahan dari Guru Pembimbing Sebagai tanggapan, guru pembimbing memberikan arahan praktis terkait waktu pelaksanaan amaliyah: “Monggo, Kalau bisa di baca 2 x malam dan naai waktu dluha” Dari arahan ini, disarankan untuk membaca wirid dua kali pada malam hari dan juga pada waktu Dhuha, sehingga amaliyah dapat dilakukan secara rutin dan optimal. Kesimpulan Amaliyah Rabu Wekasan ini memberikan panduan jelas bagi pengamalnya: membaca Surat Yasin dengan lafadz khusus, mengamalkan Sholawat Munjiyat, dan menutup dengan doa keselamatan dunia dan akhirat. Dengan mengikuti arahan guru pembimbing, pengamal dapat menyesuaikan waktu pelaksanaan agar lebih khusyuk dan berkah.
Menjelang masuk waktu Maghrib, akan dimulai Arba’ Mustamir (Rebo Wekasan). Sehubungan dengan itu, guru kami menyampaikan himbauan penting kepada seluruh jamaah, khususnya Jamiyah Al-Asykhabiyyah Dempok. ⚠️ DILARANG KERAS (HARAM) melakukan sholat dengan niat khusus “Sholat Rebo Wekasan”. Hal ini perlu ditegaskan karena tidak ada dasar syariat yang shahih yang mensyariatkan sholat dengan niat tersebut. Mengada-adakan bentuk ibadah dengan niat dan tata cara yang tidak bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah, maupun tuntunan ulama mu’tabar, termasuk perbuatan bid’ah yang terlarang. 👉 Yang dianjurkan: Tetap melaksanakan sholat wajib dan sunnah rawatib seperti biasa Memperbanyak dzikir, doa, istighfar, dan sholawat Menjaga adab, tawakal, dan husnudzon kepada Allah SWT Semoga kita semua dijaga dari kekeliruan dalam beribadah dan diberi taufik untuk mengikuti jalan yang lurus sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ dan para ulama. 🗓 Selasa, 19 Agustus 2025 ⏰ 15:27 WIB Wallāhu a‘lam bisshawāb.
Pada 18 Agustus 2025, Pengasuh Gus Masda menuliskan sebuah pesan penting di dalam grup. Pesan ini bukan sekadar informasi, tetapi juga pengingat ruhani yang dalam, karena di dalamnya tersambung sanad, doa, dan nasihat tentang makna tirakat yang sering kali disalahpahami. Beliau menuliskan: Tuan Guru Hasan Sanusi (catak gayam) bin Mbah Ali Rokiyan + Mbah Nyai Kafiyab bin Pangeran penggulu Gusti bin Pangeran Paget Jaya Sakti bin Pangeran Prabu Kian Santang bin Prabu Siliwangi Rodliallohu’anhum wa ghofarollohu dzunubahum, nafa’ana bihim bi barokatihim wa anwarihim wa asrorihim wa ’ulumihim bis sirril Fatikha…. Tirakat atau riyadloh iku ora kanggo ngganti kersané Gusti, nanging kanggo nyucèkaké ati. Ati sing resik bakal luwih gampang nampani pangayoman lan kabegjan.” Kutipan ini mengandung dua lapis makna yang sangat penting dalam perjalanan spiritual. Tirakat dan Kesalahpahaman yang Sering Terjadi Banyak orang mengira bahwa tirakat atau riyadloh dilakukan untuk “memaksa” kehendak Tuhan: agar hajat cepat terkabul, rezeki dilapangkan, atau masalah segera selesai. Padahal, seperti yang ditegaskan dalam dawuh di atas, tirakat bukan alat untuk mengubah kersané Gusti. Kehendak Allah tetap berjalan sesuai hikmah-Nya. Yang diubah melalui tirakat bukanlah takdir, melainkan hati manusia itu sendiri. Hati yang Disucikan Ketika hati disucikan melalui tirakat, riyadloh, dan laku prihatin, maka seseorang menjadi lebih siap secara batin: Lebih tenang menerima ketetapan Lebih peka terhadap tanda-tanda pertolongan Lebih lapang dalam menghadapi ujian Lebih mudah berada dalam lindungan Allah Seperti yang disampaikan dalam kutipan tersebut, ati sing resik bakal luwih gampang nampani pangayoman lan kabegjan. Bukan karena dunia tiba-tiba berubah, tetapi karena hati yang berubah membuat seseorang selaras dengan rahmat dan penjagaan-Nya. Sanad dan Barokah Disebutkannya silsilah para leluhur dan wali bukanlah sekadar penulisan nama, tetapi pengingat bahwa laku spiritual selalu bersandar pada sanad, adab, dan keberkahan. Doa nafa’ana bihim bi barokatihim wa anwarihim wa asrorihim wa ‘ulumihim menegaskan harapan agar kita tidak hanya mewarisi cerita, tetapi juga cahaya, rahasia, dan ilmu mereka. Penutup Tulisan ini menjadi pengingat lembut bahwa jalan ruhani bukan jalan ambisi, melainkan jalan penyucian. Bukan tentang seberapa berat tirakatnya, tetapi seberapa jujur hati dibersihkan. Semoga kita termasuk orang-orang yang diberi kemampuan untuk memahami makna tirakat dengan benar, dan diberi manfaat dari barokah para guru dan leluhur yang shalih. Bis sirril Fatikha.
Tonggak Semangat Jam’iyah Gus Masda Pada tanggal 18 Agustus 2025, Pengasuh Jam’iyah Gus Masda mengirimkan foto dan video dokumentasi Khaul ke-3 Sohibul Karomah Mbah Ahmad Dempok kepada seluruh anggota jam’iyah. Kiriman ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi menjadi penyemangat ruhani sekaligus pengingat perjalanan jam’iyah dari awal hingga hari ini. Khaul adalah momentum penting untuk menyambung sanad cinta, mengenang perjuangan para wali dan orang shalih, serta memperkuat ikatan batin antar jamaah. Perbandingan Perjalanan Khaul 1, 2, dan 3 🔹 Khaul Pertama Khaul pertama dilaksanakan dengan sederhana. Jamaah yang hadir masih terbatas, didominasi oleh keluarga, santri dekat, dan beberapa anggota jam’iyah. Meski sederhana, suasana khidmat dan penuh keikhlasan sangat terasa. Inilah fondasi awal keberkahan. 🔹 Khaul Kedua Pada khaul kedua, jumlah jamaah mulai bertambah. Informasi khaul sudah lebih luas tersebar, dan keterlibatan anggota jam’iyah semakin aktif. Susunan acara lebih rapi, dan semangat kebersamaan mulai tampak kuat. Khaul ini menjadi tanda tumbuhnya kepercayaan dan kecintaan jamaah. 🔹 Khaul Ketiga Khaul ketiga menunjukkan perkembangan yang nyata. Dari foto dan video yang dibagikan, terlihat antusiasme jamaah yang semakin besar, baik dari kalangan muda maupun sesepuh. Kekhidmatan, kerapian acara, serta kebersamaan jamaah mencerminkan bertambahnya keberkahan dan diterimanya amal jam’iyah, insyaAllah. Makna di Balik Dokumentasi Foto dan Video Pengiriman foto dan video oleh pengasuh bukan hanya arsip, tetapi: Sebagai penguat semangat anggota Sebagai bukti nyata pertumbuhan jam’iyah Sebagai pengingat bahwa amal kecil yang istiqomah akan membesar dengan izin Allah Dokumentasi ini menjadi saksi bahwa doa, khidmah, dan kebersamaan tidak pernah sia-sia. Harapan untuk Khaul yang Akan Datang Semoga: Khaul-khaul berikutnya selalu diberkahi Allah Jamaah yang hadir semakin banyak dan istiqomah Jam’iyah Gus Masda semakin kokoh dalam akhlaq, persaudaraan, dan khidmah Sohibul karomah Mbah Ahmad Dempok senantiasa menjadi washilah turunnya rahmat dan pertolongan Allah Penutup Khaul bukan tentang banyaknya orang semata, tetapi tentang ketulusan niat dan kesinambungan doa. Namun ketika Allah menghendaki, jumlah yang sedikit bisa menjadi banyak, dan yang sederhana bisa menjadi agung. Semoga Jam’iyah Gus Masda senantiasa berada dalam lindungan Allah, diberi istiqomah, dan terus berkembang dalam keberkahan. Al-Fatihah untuk Sohibul Karomah Mbah Ahmad Dempok.
Tanggal 18 agustus 2025, pengasuh jamiyah mengirim foto khaul 1 Oleh Jamiyah Al-ashkhabiyyah di bawah Pimpinan Pengasuh Gus Masda, serta Bimbingan Kyai Ali ashkhab Blitar Dusun Dempok menjadi saksi sebuah peristiwa penuh makna dan keberkahan dengan terselenggaranya Khaul pertama Sohibul Karomah Mbah Ahmad. Acara ini diselenggarakan oleh Jamiyah Al-ashkhabiyyah, sebuah majelis yang istiqamah dalam menghidupkan nilai-nilai keislaman, sholawat, dan cinta kepada para wali Allah. Khaul ini bukan sekadar peringatan haul tahunan, melainkan momentum ruhani untuk mengenang, meneladani, dan mengambil hikmah dari perjalanan hidup Mbah Ahmad, seorang sosok yang dikenal masyarakat sebagai pribadi sholeh, tawadhu’, serta memiliki kedekatan batin dengan Allah SWT. Beliau dikenal luas karena akhlaknya yang luhur, doanya yang mustajab, serta keteladanannya dalam kehidupan bermasyarakat. Kepemimpinan dan Bimbingan Ulama Kegiatan khaul ini dipimpin oleh Pengasuh Jamiyah Al-Askhabiyyah, Gus Masda, yang dengan penuh khidmat mengarahkan jalannya acara. Di bawah kepemimpinan beliau, khaul berjalan dengan tertib, sarat nilai adab, serta dipenuhi suasana kebersamaan jamaah. Acara ini juga mendapat bimbingan langsung dari Kyai Ali ashkhab Blitar, yang memberikan nasihat ruhani dan tausiyah mendalam. Dalam mauidhoh hasanahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga sanad keilmuan dan keberkahan melalui adab kepada guru, ulama, serta para kekasih Allah. Kyai Ali ashkhab juga mengingatkan bahwa khaul bukan sekadar ritual, tetapi wasilah untuk menghidupkan hati dan memperkuat ikatan batin dengan Allah SWT. Rangkaian Acara yang Penuh Khidmat Rangkaian kegiatan khaul diisi dengan: Pembacaan tahlil dan doa bersama Sholawat Nabi Muhammad SAW Tawassul kepada para masyayikh dan auliya’ Doa penutup untuk keselamatan umat, bangsa, dan khususnya warga Dusun Dempok Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan, dihadiri oleh jamaah dari berbagai daerah yang datang dengan niat ngalap berkah dan mempererat silaturahmi. Harapan dan Doa Dengan terselenggaranya Khaul pertama Sohibul Karomah Mbah Ahmad, diharapkan nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, dan spiritualitas beliau dapat terus hidup di tengah masyarakat. Semoga acara ini menjadi awal yang baik untuk istiqamah mengadakan khaul di tahun-tahun mendatang, serta menjadi wasilah turunnya rahmat dan keberkahan bagi semua yang hadir. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah, doa, dan hajat para jamaah, serta menempatkan Mbah Ahmad di sisi-Nya bersama para sholihin dan auliya’. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Mengunduh lembaran naskah dan merender halaman buku...